Internasional

Gempa Dahsyat Landa Afghanistan Sebabkan Kerusakan Signifikan, Ratusan Warga Tewas dan Ribuan Warga Luka-luka

Penaindonesia.net. Kepala Penerangan Provinsi Paktika, Mohammad Amin Hazifi, mengatakan bahwa sejauh ini korban meninggal dunia mencapai 1.000 orang dan lebih dari 1.500 warga terluka.

Adapun dari Kepala Dinas Kesehatan, Hikmatullah Esmat mengatakan bahwa jumlah korban kemungkinan besar akan bertambah sebab rumah-rumah penduduk terbuat dari lumpur.

“Rumah-rumah runtuh. Di Afghanistan tidak ada bangunan dari beton. Mayoritas korban terluka karena tertimpa rumah. Jumlah korban meninggal dunia dan terluka terus bertambah,” katanya.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkap, gempa bertitik pusat sekitar 44 km dari Kota Khost, dekat perbatasan Pakistan, dengan kedalaman 51 km.

USGS kemudian memutakhirkan kekuatan gempa menjadi M5,9, sementara itu Pusat Seismologi Mediterania Eropa (EMSC) mengungkap kekuatam gempa M6,1.

Dilaporkan Reuters, mengutip pernyataan pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Salahuddin Ayubi, selain 280 orang meninggal, ratusan lainnya luka.

Jumlah korban kemungkinan terus bertambah begitu informasi dari desa-desa di pegunungan terpencil diterima.

Sementara itu foto-foto yang dirilis media Afghanistan menunjukkan rumah-rumah ambruk menjadi puing serta jenazah digeletakkan di tanah dan ditutupi selimut.

Sebagian besar korban meninggal berada di Provinsi Paktika, yakni 255 orang tewas dan lebih dari 200 luka.

Seorang warga setempat, Fatima, mengatakan gempa terjadi sekitar tengah malam.

“Anak-anak dan saya menjerit. Salah satu kamar kami hancur. Tetangga-tetangga menjerit dan kami pun bisa melihat kamar-kamar mereka,” ungkapnya.

Warga lain di Paktika, Faisal, mengakan rumah-rumah tetangganya hancur total.

“Ketika kami sampai di sana, kami melihat banyak korban meninggal dan terluka. Mereka menyuruh kami ke rumah sakit. Saya juga melihat banyak mayat,” kata Faisal.

Sementara itu Provinsi Khost, 25 orang tewas dan 90 lainnya dirawat di rumah sakit.

“Jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena beberapa desa berada di daerah terpencil pegunungan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan rincian,” kata Ayubi.

Pihak berwenang menggelar operasi penyelamatan menggunakan helikopter untuk menjangkau korban luka serta mendistribusikan bantuan medis dan makanan.

Gempa bumi – yang melanda pada dini hari saat banyak orang tidur – adalah gempa berkekuatan 6,1 pada kedalaman sekitar 51 km, menurut Survei Geologi AS.

Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan signifikan di Afghanistan, khususnya di banyak wilayah pedesaan di mana banyak bangunan tempat tinggal yang tidak stabil.

Afghanistan juga rentan terhadap gempa, karena terletak di wilayah yang aktif secara seismik, melalui sejumlah jalur patahan, termasuk sesar Chaman, sesar Hari Rud, sesar Badakhshan Tengah, serta sesar Darvaz.

Dalam 10 tahun terakhir, lebih dari 7.000 orang meninggal dunia akibat gempa bumi di negara itu, ungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.(red /kur)

Dikutip Dari : Reuters

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button