BeritaDenpasar BaliNasionalPolitik

KACAU…!Legislator Singgung Gubernur Koster Mencla-mencle

Anggota DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, Minggu (6/8)

PenaIndonesia.net Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer menyebut bahwa Gubernur Bali I Wayan Koster telah bersikap tidak tegas terhadap penetapan wilayah dimana seharusnya bandara Bali Utara akan dibangun.

“Saya berani mengatakan ini mencla-mencle karena apa, Pak Gubernur coba ingat dong waktu pelantikan sendiri Bapak Gubernur berbicara bahwa Bandara Bali Utara adalah di daerah Kubutambahan (Bali Utara) dengan segala kajiannya, tapi kenapa bikin surat minta di bangun ke barat lagi, ke barat lagi. Ini kan menyebabkan yang di Pusat jadi bingung apalagi ada perubahan PERDA RTRWP yang awalnya lokasi bandara baru di Kubutambahan jadi pindah ke barat,” ujar politisi senior dari Dapil Bali ini.

Baca juga : Gubernur Bali Wayan Koster Resmi Meluncurkan Aplikasi Love Bali Mengenai Kontribusi Wisman Untuk Lingkungan Alam dan Budaya Bali

Demer meminta Gubernur segera menentukan dengan tegas dimana tepatnya bandara baru tersebut mau dibangun. Jangan sampai ketidaktegasan malah berujung pada menyengsarakan masyarakat.

“Tolong ini segera tentukan, karena Bandara di Ngurah Rai sudah terlalu padat, sementara kita belum menentukan sikap dimana kita setujui airport baru tersebut. Kalau pak Gubernur sekarang fokus bahwa yang memenuhi syarat untuk airport adalah di wilayah Kubutambahan, segera kita perjuangkan bersama-sama. Saya pun ikut berjuang kalau memang itu sudah menjadi kebulatan kita bersama. Jangan sampai nanti bolak-balik, oh di barat karena ada dekat dengan bukit, dekat dengan Banyuwangi dekat dengan hutan lindung lalu akhirnya kita pindah lagi ke timur lagi, kita mulai lagi dan sebagainya,” tegasnya.

Tak hanya menceramahi, Demer turut memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.

“Pertama yaitu soal kajian teknis daripada Airport itu sendiri, undang saja ahli-ahli di bidang itu. Saya minta untuk segera menyelesaikan persoalan ini, karena ini kedepan akan menyengsarakan masyarakat. Kasihan masyarakat Bali terutamanya teman-teman di Pariwisata. Kalau tetap dipaksakan di Bandara Ngurah Rai, orang mau ke Bali penuh gak dapat tiket, lalu penuh gak dapet jadwal penerbangan untuk ke Bali,” paparnya.

Sejalan dengan Demer, sebelumnya Menteri Perhubungan juga telah setuju bahwa Bandara Bali yang baru cocok jika dibangun di Kubutambahan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan kawasan Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, menjadi tempat yang paling strategis untuk pembangunan bandara baru di daerah Bali utara.

“Saat ini terdapat tiga alternatif lokasi dibangunnya bandara di daerah Bali utara yakni di Gerokgak, Celukan Bawang dan di Kubutambahan,” kata Budi pada Minggu (30/12/2018).

Meskipun belum memastikan pembangunan bandara di Desa Kubutambahan, Budi menyebut jika Kubutambahan memiliki nilai lebih dibandingkan dua alternatif lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button