Umum

Jadi Sorotan Publik, Kapolri Wajib Selamatkan Institusi

Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, Sabtu (15/10)

Penaindonesia.net Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto mengaku prihatin atas kasus menimpa Irjen Teddy Minahasa yang ditangkap terkait narkoba. Pasalnya kata Didik, Kejadian ini semakin menambah buruk rasa kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang dilakukan polri.

“Saya sangat prihatin dan kecewa berat, ini semakin mencoreng rasa kepercayaan publik dalam hal penegakan hukum yang dilakukan Polri. Secara rasional dan akal sehat, nggak make sense seorang Kapolda bisa tergoda untuk bersentuhan dan terlibat dalam peredaran gelap barang haram narkoba, yang seharusnya menjadi musuh kepolisian,” kata Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat tersebut kepada redaksi, Sabtu (15/20).

Dikatakan Didik, peristiwa ini, bukan saja bisa menjauhkan Polri dari kepercayaan masyarakat. Tapi juga bisa meruntuhkan marwah kelembagaan Polri, dimana saat ini sedang menghadapi beberapa persoalan yang juga melibatkan perasaan dan keadilan publik.

“Menghadapi beberapa kasus belakangan ini, seperti kasus sambo, kanjuruhan dan dugaan kasus narkoba yang melibatkan petinggi Polri yang berturut-turut ini harus menjadi perhatian sangat serius dari Kapolri. Konsolidasi secara internal harus diperkuat kembali,” tegas Didik.

Didik menyebut, untuk merespon kejadian ini, tentu Kapolri harus tegas dalam melalukan penindakan baik etik maupun pidananya. Kata Didik, Kapolri jangan sampai ragu untuk memberikan sanksi.

“Jika memang perundang-undangan memungkinkan sanksi pemberat karena menyalahgunakan kewenangan dan jabatannya dalam melakukan tindak pidana, maka jangan ragu untuk menggunakannya,” ucap Didik.

ITAKIMO Konten Kreator Inspiratif yang Sudah Go Internasional

“Saya meminta, Kapolri harus nyata melakukan action will untuk melakukan pengawasan dan pembinaan anggota. Pak Kapolri pasti tahu, bahwa Pembinaan SDM adalah salah satu sub sistemdari pembinaan kekuatan Polri, yangmerupakan salah satu bagian paling menentukan dalam keseluruhan pembinaan Polri,” tambah Didik lagi.

Dijelaskan Didik, bahwa faktor manusia adalah unsur yang paling penting dalam setiap organisasi Polri dalam kaitannya dengan tugas pokok dan peranan Polri. Kata Didik, Kehadiran prajurit karir ditengah–tengah masyarakat tidak dapat digantikan dengan peralatan secanggih apapun.

“Karena wujud akhir dari pembinaan sumber daya manusia berupa perpaduan keadaan anggota Polri. Secara kuantitatif dan kualitatif sangat menentukan keberhasilan Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya secara profesional dan modern,” tutur Didik.

Menurut Didik, dalam menghadapi berbagai permasalahan belakangan ini yang berturut-turut dan mengaduk emosional publik ini. Didik mengingatkan agar Kapolri berhati-hati jangan sampai Polri tidak solid dan rapuh secara internal jika ada serangan balik dari para pelaku kejahatan. Bisa saja mereka melakukan infiltrasi, penetrasi dan intervensi secara halus padahal mematikan dan merusak.

 

“Saya berpesan, Polri secara kelembagaan harus tanggap sasmito. Polisi harus Independen, punya kemandirian, juga harus transparan, profesional dan akuntable dalam menghadapi setiap masalah. Jangan sampai ikut dan kebawa irama para penumpang gelap yang ingin merusak dan menghancurkan Polri,” pungkas Didik.

Sebelumnya diberitakan bahwa Irjen Pol Teddy Minahasa diduga terlibat ikut terlibat dalam bisnis jaringan narkoba. Padahal yang bersangkutan baru saja diangkat sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol Nico Afinta. Selanjutnya, Melalui Surat Telegram Rahasia (TR) penunjukan Teddy sebagai Kapolda Jatim akhirnya dibatalkan karena yang bersangkutan ditangkap atas keterlibatannya pada kasus narkoba. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button