AgamaArtikelProfilTokoh

Tidak Pernah Mengajukan Diri Dalam Hal Apapun, Mengenal Sosok KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah SH. MM

PROBOLINGGO(penaindonesia.net) – KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah SH. MM., adalah nama yang tak asing di kalangan nahdliyin. Sosok kiai kharismatik dari Jawa Timur tersebut adalah Pengasuh salah satu pesantren tertua di Probolinggo, tepatnya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Ulama yang masyhur dengan panggilan Kiai Mutawakkil tersebut lahir di Probolinggo, 15 April 1959 yang merupakan khalifah keempat di Pondok Pesantren Genggong.

Salah satu penuturan santri Kiai Mutawakkil, H Hasan Ubaidillah, memaparkan bahwa sosok Kiai Mutawakkil adalah pribadi yang alim dan memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

“Kita semua tahu bahwa Kiai Mutawakkil adalah keturunan waliyullah. Dan bisa dirasakan bagaimana sifatnya yang begitu alim,” katanya.

Hal ini, diperkuat dengan fakta ketika Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Ampel tersebut masih menimba ilmu di Pondok Pesantren Genggong.

“Waktu saya masih belajar di Genggong, Kiai Mutawakkil mengajar tafsir ba’da shubuh. Selain itu, Kiai juga mengajar Risalah Ahlussunah Waljamaah. Dan saat itu saya masih aliyah,” ungkapnya.

ITAKIMO Konten Kreator Inspiratif yang Sudah Go Internasional

Ketika ditanya perihal kepercayaan umat, dosen Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengungkapkan bahwa, elektabilitas Kiai Mutawakkil sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Kiai memiliki track record yang sangat baik. Dalam menakhodai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur selama dua periode, banyak kebaikan maupun kemajuan yang ditorehkan. Ada lima aspek yang ditekankan, yakni penguatan ideologi Aswaja, pendidikan ma’arif, aspek perekonomian, aspek kesehatan hingga aspek dakwah,” paparnya.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Alumni dan Santri Zainul Hasan Surabaya tersebut menjelaskan jika Kiai Mutawakkil adalah sosok yang tawadlu.

“Kiai memiliki sifat tawadlu yang luar biasa. Sangat memuliakan orang lain. Sebagai santri, saya merasakan, dididik dan dikader melalui keteladanan beliau. Kiai Mutawakkil memiliki sifat santun dan relasi yang luar. Sedang ke guru beliau, KH Mahrus Aly, Lirboyo, beliau begitu ta’dzim,” terangnya.

Selain itu, mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut juga menyatakan bahwa selama ini, Kiai Mutawakkil tidak pernah mengajukan diri dalam hal apapun.

“Selama ini, pada waktu Kiai menjadi Ketua PWNU Jawa Timur, maupun saat ini beliau diminta secara khusus untuk menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur itu adalah atas usulan para ulama. Karena memang beliau adalah sosok panutan umat. Satu hal lagi, dalam tradisi NU, Jabatan itu pantang diminta. Dan beliau adalah orang yang tak pernah melakukan hal itu,” pungkasnya.(gus)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button