
PENAINDONESIA.NET – Jangan Kriminalisasi Anak Buah yang Tidak Salah: Akibatnya Bisa Berbalik Kepada Dirimu Sendiri.
Sebagai seorang pemimpin, memiliki jabatan dan kekuasaan dapat membuat kita merasa kuat dan berani untuk mengambil keputusan. Namun, perlu diingat bahwa kekuasaan juga dapat menjadi racun yang berbahaya jika tidak digunakan dengan bijak.
Kriminalisasi anak buah yang tidak salah adalah salah satu contoh penyalahgunaan kekuasaan yang dapat berakibat fatal. Ketika kita menuduh anak buah kita melakukan kesalahan tanpa bukti yang jelas, kita tidak hanya merusak reputasi mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan tidak produktif.
Lebih buruk lagi, jika kita kriminalisasi anak buah yang tidak salah, maka kita sendiri yang akan terkena dampaknya. Berikut beberapa alasan mengapa:
1.Kerusakan Reputasi, Jika anak buah kita yang tidak salah menjadi korban kriminalisasi, maka reputasi kita sebagai pemimpin akan rusak. Mereka akan kehilangan kepercayaan pada kita dan merasa tidak aman di tempat kerja.
2. Kehilangan Kepercayaan, Anak buah kita akan kehilangan kepercayaan pada kita dan merasa tidak dapat dipercaya. Hal ini dapat menyebabkan mereka menjadi tidak produktif dan tidak mau bekerja sama dengan kita.
3. Konflik Internal, Kriminalisasi anak buah yang tidak salah dapat menyebabkan konflik internal di tempat kerja. Anak buah kita mungkin akan merasa tidak adil dan membalas dengan cara yang tidak baik.
4. Akibat Hukum, Jika anak buah kita yang tidak salah memutuskan untuk mengambil tindakan hukum, maka kita dapat terkena dampak hukum. Kita dapat dituntut atas tuduhan fitnah atau pencemaran nama baik.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
1.Jangan Terburu-Buru membuat keputusan yang cepat dan tidak bijak. Ambil waktu untuk mempertimbangkan dan mengumpulkan bukti sebelum membuat tuduhan.
2.Komunikasi yang Baik, Berkomunikasi dengan anak buah kita dengan baik dan terbuka. Dengar pendapat mereka dan jangan membuat asumsi.
3.Jujur dan Adil dalam mengambil keputusan. Jangan membeda-bedakan anak buah kita dan jangan membuat keputusan yang tidak adil.
Menurut kang Subari pengamat sosial dan pendidikan tinggal di Jawa Timur ini ia mengingatkan, “janganlah adi gang adigung saat punya jabatan dan wewenang,
Sebagai pemimpin, harus menggunakan kekuasaan dengan bijak dan tidak menyalahgunakannya. Gunakan kekuasaan dan kewenangan untuk menolong dan membantu orang yang sangat membutuhkan. Jika kekuasaan dan kewenangan mu di gunakan dengan baik akan di kenang anak buah sepanjang masa, sebaliknya jika kekuasaan mu di gunakan tidak baik dan mengKriminalisasi anak buah yang tidak salah akan dikenang seumur hidup dan jika anak buah itu mendoakan tidak baik akan dapat berakibat fatal bagi anda sendiri. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan bagi orang yang punya kekuasaan dan wewenang yang menyalah gunakan wewenang nya. Semoga sadar akan tupoksinya. Karena jabatan dan wewenang habis anda akan kembali ke masyarakat biasa sebagai asal mulanya.(*)



