Arak Bali Resmi Legal, Made Supartha: Kerja Nyata Gubernur Koster untuk Rakyat Bali

PENAINDONESIA.NET, DENPASAR – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. (C) I Made Supartha, SH., MH., memberikan apresiasi atas kerja keras Gubernur Bali Wayan Koster yang berhasil melegalkan industri minuman tradisional Arak Bali.
Legalitas tersebut ditandai dengan terbitnya izin resmi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Menurut Made Supartha, terbitnya izin tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan kerja konkret Gubernur Bali dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali, khususnya para perajin dan pelaku industri Arak Bali yang selama ini berada dalam ketidakpastian hukum.
“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan mengucapkan apresiasi, ternyata ditangan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster selesai, sudah terbit izin industri minuman Arak Bali dan sah secara hukum dari Kementerian Perindustrian sudah memberikan legalitasnya, jadi kerja-kerja yang dibuat oleh Bapak Gubernur Bali terkait perijinannya,” kata Made Supartha saat diwawancarai awak media di Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali, Jumat, 30 Januari 2026.
Made Supartha juga menjelaskan, sebelum adanya legalitas, masyarakat yang memproduksi Arak Bali kerap merasa takut dan khawatir. Bahkan, Aparat Penegak Hukum (APH) sering melakukan penertiban sehingga para perajin enggan melanjutkan produksi.
Padahal, lanjutnya, proses pembuatan Arak Bali bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kerja keras untuk menghasilkan kualitas yang baik serta layak bersaing di pasar.
“Jadi, kita berterima kasih kepada Bapak Wayan Koster dibawah kepemimpinan Beliau sudah menuntaskan dan melegalkan Arak Bali,” paparnya.
Sebagai Ketua Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Provinsi (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, Made Supartha juga menyampaikan pengalaman pribadinya terkait konsumsi Arak Bali yang menurutnya memberi manfaat bagi stamina tubuh.
“Jadi, kita selalu minum untuk menambah energi tidak pernah lelah kalau menjalankan tugas sebagai pengawasan dalam Pansus TRAP ini. Kami semangat terus dan Astungkara kami tidak pernah merasa lelah dan tidak pernah sakit, karena syukur kami selalu minum kopi tanpa gula campur arak,” kata Made Supartha.
Lebih lanjut, Made Supartha menegaskan bahwa Arak Bali kini telah mampu bersaing di tingkat internasional.
Made Supartha menyebut, kualitas Arak Bali sejajar dengan minuman tradisional dunia lainnya seperti Sake dari Jepang serta minuman berkelas dari Eropa dan Amerika.
Jika sebelumnya Arak Bali hanya dikenal untuk kepentingan tradisi, adat, dan budaya, kini posisinya telah naik kelas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Tinggal sekarang masyarakat pilih sukanya yang mana, tetapi sekarang saya lihat banyak tamu yang suka arak Bali. Jadi, bersyukur sekarang dibawah Bapak Gubernur Bali kita sudah berhasil untuk meningkatkan ekonomi rakyat khusunya di minuman Arak Bali,” pungkasnya. (red).



