{"id":10525,"date":"2024-04-01T06:26:03","date_gmt":"2024-04-01T06:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=10525"},"modified":"2024-04-01T06:26:03","modified_gmt":"2024-04-01T06:26:03","slug":"komisaris-pt-aca-iwan-kurniawan-ingin-para-anak-yatim-berani-tampil-di-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2024\/04\/01\/komisaris-pt-aca-iwan-kurniawan-ingin-para-anak-yatim-berani-tampil-di-depan\/","title":{"rendered":"Komisaris PT ACA Iwan Kurniawan Ingin Para Anak Yatim Berani Tampil di Depan"},"content":{"rendered":"<p>MALANG(penaidonesia.net) \u2013 Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan punya cara mendidik anak menjadi berani dan itu dilakukan di hari ke 6 Pekan Islami XVII-2024 PT Anugerah Citra Abadi saat menyantuni anak yatim di empat wilayah kecamatan, yakni Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Wajak, Minggu (31\/3\/2024).<\/p>\n<p>Biasanya ketika ditawari siapa yang berani tampil ke depan, anak-anak itu kebanyakan takut-takut atau malu-malu untuk berdiri, meski ada iming-iming hadiah. Hadiahnya juga tidak sekedarnya lho. Ada sarung, ada satu stel baju muslim, kain batik dan sebagainya.<\/p>\n<p>Dan, karena anak-anak yatim itu takut atau malu-malu untuk tampil, biasanya para pendamping atau yang mengantarkannya menyuruh-nyuruh agar si anak mau tampil. &#8220;Itu yang saya tidak suka,&#8221; kata Iwan Kurniawan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin melatih mereka berani untuk tampil di depan, tidak dengan disuruh-suruh karena kasihan di masa depannya akan menjadi kebiasaan tergantung orang lain,&#8221; ucap Iwan Kurniawan.<\/p>\n<p>Karena itu tak heran, bila setiap kali dia menunjuk anak yatim agar tampil di depan untuk diberi kuis, ia langsung akan menolak bila tampilnya anak-anak itu karena didorong-dorong oleh pendampingnya atau yang mengantarkannya.<\/p>\n<p>&#8220;Biarkan mereka berdiri dengan sendirinya. Jangan didorong-dorong atau diteriak-teriaki. Itu akan menjadikan anak-anak tidak mandiri. Masa depan mereka masih panjang. Banyak hal yang harus dilalui, termasuk keberanian mereka,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Untuk melatih keberanian itu pula, Iwan Kurniawan juga mengambil inisiatif bahwa penyerahan atau pemberian hadiah kepada anak yatim sudah tidak one-way lagi, yakni dari pihak PT ACA kepada anak yatim, tetapi dibuat dari anak yatim kepada anak yatim.<\/p>\n<p>Bahkan di kesempatan tertentu anak-anak yatim itu dipertemukan dengan orang-orang dewasa, termasuk dengan pengantar, pendampingnya bahkan dengan anggota Fatayat NU yang selama ini menangani mereka.<\/p>\n<p>Si anak kemudian diminta memberi kuis kepada orang dewasa. Bisa dalam bentuk pertanyaan tentang surat-surat dalam Alquran, disuruh menyanyi, pertanyaan tertentu dan sebagainya.<\/p>\n<p>Dan, ternyata banyak juga ibu-ibu itu yang tidak bisa menjawab pertanyaan si anak meski pertanyaannya mudah.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi saya tidak melihat soal bisa atau tidaknya si ibu menjawab pertanyaan si anak. Namun saya melihat bagaimana si anak berani tampil ke depan. Toh ini semua hanyalah permainan belaka,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Camat Ampelgading, Tirtoyudo, perwakilan dari kecamatan Dampit dan Wajak juga menyampaikan terimakasih atas santunan dan pembelajaran ini kepada Komisaris PT ACA itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kami atas nama pemerintah, khususnya kecamatan Tirtoyudo mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Anugerah Citra Abadi yang secara rutin selama 17 tahun memberikan santunan kepada anak-anak yatim,&#8221; kata Camat Tirtoyudo, Joanico Da Costa yang akrab dipanggil Nico itu.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga amal baik pak Iwan Kurniawan, dan semoga pak Iwan beserta keluarganya diberi kesehatan agar bisa menjalankan hal seperti ini selama-lamanya,&#8221; kata Nico.<\/p>\n<p>Apalagi mubaligh asal Gampingan, Pagak, KH Kholili yang selalu diajak berkeliling oleh PT ACA dalam Pekan Islami XVII-2024 ini, dalam kultumnya selalu memberikan gurauan segarnya, menambah suasana santunan menjadi segar dan meriah.<\/p>\n<p>&#8220;Onok perawan masak jamur<\/p>\n<p>Campur bihun enak tenan<\/p>\n<p>Moga pak Iwan panjang Umur<\/p>\n<p>Tiap tahun ada santunan,&#8221; begitu Kholili berpuisi.<\/p>\n<p>Kholili juga mencoba mengikuti alur, dimana anak-anak begitu hafal dengan lagu Santri Pekok.<\/p>\n<p>Liriknya begini :<\/p>\n<p>Genduk denok santri lulusan pondok<\/p>\n<p>Isih perawan dorong tau kedemok<\/p>\n<p>Tak rewangi sarungan gawe songkok<\/p>\n<p>Assalamualaikum Lakokno bapake mlerok<\/p>\n<p>Tak rewangi ngempet ora ngerokok<\/p>\n<p>Macak sopan ben koyo kang pondok<\/p>\n<p>Eh, eh ladalah suwengku lali nyoplok<\/p>\n<p>Jare bapake aku koyok santri pekok<\/p>\n<p>Tobat kapok lombok, kadang lurus kadang menggok<\/p>\n<p>Dongakno ben kapok, aku pengen oleh denok<\/p>\n<p>Wes tahun-tahunan aku waleh dadi preman<\/p>\n<p>Pengen tobat tenan ben oleh bojo seng iman, hei<\/p>\n<p>Tobat kapok lombok, kadang lurus kadang menggok<\/p>\n<p>Dongakno ben kapok, aku pengen oleh denok<\/p>\n<p>Wes tahun-tahunan aku waleh dadi preman<\/p>\n<p>Pengen tobat tenan ben oleh bojo seng iman.<\/p>\n<p>Begitu anak-anak yatim itu bisa mengikuti bait demi bait lagu Santri Pekok itu, suasana acara Santunan Anak Yatim dalam rangka Pekan Islami XVII-2024 menjadi semakin heboh, selain juga berani tampil setelah pembelajaran dari Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG(penaidonesia.net) \u2013 Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan punya cara mendidik anak menjadi berani dan itu dilakukan di hari ke 6 Pekan Islami XVII-2024 PT Anugerah Citra Abadi saat menyantuni anak yatim di empat wilayah kecamatan, yakni Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit dan Wajak, Minggu (31\/3\/2024). Biasanya ketika ditawari siapa yang berani tampil ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":10526,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,135],"tags":[],"class_list":["post-10525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10525"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10527,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10525\/revisions\/10527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}