{"id":1257,"date":"2022-06-13T01:36:29","date_gmt":"2022-06-13T01:36:29","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=1257"},"modified":"2022-06-13T01:36:29","modified_gmt":"2022-06-13T01:36:29","slug":"bagi-yang-punya-kolestrol-jahat-patut-dicoba-dengan-6-daun-herbal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2022\/06\/13\/bagi-yang-punya-kolestrol-jahat-patut-dicoba-dengan-6-daun-herbal-ini\/","title":{"rendered":"Bagi Yang Punya Kolestrol Jahat, Patut Dicoba Dengan 6 Daun Herbal ini"},"content":{"rendered":"<p><b>Penaindonesia.net. <\/b>Apakah Anda sedang mencari cara mengatasi kolesterol tinggi?\u00a0 Mungkin kamu bisa coba mengonsumsi obat kolesterol alami yang ampuh menurunkan kadar kolesterol seperti yang ada di artikel ini!.<\/p>\n<p>Kolesterol merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dialami masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Kolesterol jahat bisa menyebabkan munculnya penyakit kronis. Ini 6 daun herbal yang bisa membuat kolesterol tinggi rontok. Kadar kolesterol jahat alias Low Density Lipoprotein (LDL) tinggi tidak boleh dianggap sepele.<\/p>\n<p>Alasannya kolesterol tinggi memicu berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan lainnya.<br \/>\nKolesterol tinggi disebabkan oleh banyak faktor beberapa diantaranya adalah:<\/p>\n<p>Obesitas<br \/>\nKonsumsi makanan berlemak<br \/>\nMerokok<br \/>\nStres<br \/>\nTubuh tidak aktif<br \/>\nBertambahnya usia<\/p>\n<p>Kabar baiknya kolesterol tinggi bisa dicegah dengan menjalankan gaya hidup sehat dan menjaga pola makan.<\/p>\n<p>Namun, untuk Anda yang sudah terlanjur menderita kolesterol tinggi tidak perlu khawatir. Sebab, kolesterol tinggi bisa diturunkan dengan konsumsi obat resep dokter.<\/p>\n<p>Selain itu, konsumsi daun-daunan herbal juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi.<\/p>\n<p>Berikut daun-daunan yang efektif menurunkan kolesterol tinggi:<\/p>\n<p>1. Suruhan<br \/>\nDaun suruhan mengandung flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid yang berperan menurunkan kolesterol.<br \/>\nNamun, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektifitas daun suruhan menurunkan kolesterol tinggi.<\/p>\n<p>2. Seledri<br \/>\nMengutip dari buku berjudul Ramuan Herbal Penurun Kolesterol, karya Prof H.Hembing W, seledri mengandung minyak asiri, flavonoid, koumarin, furanokoumarin, isokuersetin, saponin, asparagin, apialkali, tirosin, glutamin, pentosan, dan manit.<br \/>\nKandungan tersebut yang membuat seledri dianggap efektif menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.<\/p>\n<p>3. Daun salam<br \/>\nDaun salam mengandung flavonoid dan antioksidan yang bermanfaat mengontrol kadar kolesterol dalam darah.<br \/>\nUntuk mendapatkan manfaatnya, Anda cukup menyediakan 15-20 lembar daun salam dan 100 gram kulit polong kacang tanah. Anda cuci bersih semua bahan lalu rebus dengan 800 ml air sampai mendidih dan menyisahkan 400 ml air. Anda minum air rebusan daun salam tersebut 2-3 kali sehari.<\/p>\n<p>4. Daun alpukat<br \/>\nMengutip dari Grid.id, air rebusan daun alpukat bisa membantu menurunkan kolesterol.<\/p>\n<p>5. Daun kumis kucing<br \/>\nMengutip dari Kompas.com, daun kumis kucing mengandung flavonoid yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.<\/p>\n<p>6. Daun beluntas<br \/>\nDaun beluntas mengandung ekstrak kalsium, beta karoten, flavonoid, asam klorogenat, dan asam kafeat.<br \/>\nKandungan tersebut membuat beluntas dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol tinggi. (red \/kur)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dikutip Dari, : Kontan.co.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penaindonesia.net. Apakah Anda sedang mencari cara mengatasi kolesterol tinggi?\u00a0 Mungkin kamu bisa coba mengonsumsi obat kolesterol alami yang ampuh menurunkan kadar kolesterol seperti yang ada di artikel ini!. Kolesterol merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dialami masyarakat Indonesia. Kolesterol jahat bisa menyebabkan munculnya penyakit kronis. Ini 6 daun herbal yang bisa membuat kolesterol tinggi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":1258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[216],"tags":[],"class_list":["post-1257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1257"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1259,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions\/1259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}