{"id":12905,"date":"2025-06-25T10:42:20","date_gmt":"2025-06-25T10:42:20","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=12905"},"modified":"2025-06-25T10:42:20","modified_gmt":"2025-06-25T10:42:20","slug":"pln-gencarkan-edukasi-keselamatan-listrik-dan-mitigasi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2025\/06\/25\/pln-gencarkan-edukasi-keselamatan-listrik-dan-mitigasi-bencana\/","title":{"rendered":"PLN Gencarkan Edukasi Keselamatan Listrik dan Mitigasi Bencana"},"content":{"rendered":"<p>Surabaya(penaindonesia.net) &#8211; Rabu 25 Juni 2025, PT PLN (Persero) melalui berbagai unit di Jawa Timur melaksanakan serangkaian kegiatan yang menekankan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, literasi energi, hingga bersinergi dengan stakeholder dalam mencegah risiko bencana. Tak hanya menyuplai energi, PLN menunjukkan peran aktif sebagai penggerak budaya keselamatan, gotong royong, dan transformasi digital di kalangan masyarakat.<\/p>\n<p>Di Madiun, PLN UP3 Madiun mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik yang membahayakan jiwa dan melanggar hukum. \u201cKami terus memberikan edukasi langsung ke masyarakat agar memahami bahaya penggunaan listrik yang tidak semestinya,\u201d ujar Manager PLN UP3 Madiun, Suhandopo. Edukasi ini diperkuat oleh ULP Dolopo melalui pendekatan persuasif kepada kelompok tani di desa-desa.<\/p>\n<p>Di Surabaya, Srikandi PLN UP2D Jawa Timur menyelenggarakan edukasi keselamatan listrik sejak dini kepada siswa SD Al Azhar 11. Melalui materi interaktif dan simulasi, anak-anak dikenalkan bahaya listrik serta cara menggunakannya secara aman. \u201cMereka adalah agen perubahan yang akan membawa nilai keselamatan ke rumah masing-masing,\u201d ujar Srikandi PLN, Iffatin Nisa.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Nganjuk, PLN bekerja sama dengan BMKG dan BPBD menggelar sosialisasi kebencanaan dan keselamatan listrik di lima desa rawan bencana. Kolaborasi ini memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko alam maupun potensi bahaya kelistrikan. \u201cKami ingin PLN hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tapi juga mitra keselamatan masyarakat,\u201d tegas Manajer ULP Nganjuk, Risal Yudha.<\/p>\n<p>Sementara itu, PLN UP3 Malang melalui ULP Blimbing menyasar pelajar SMK dalam sosialisasi layanan kelistrikan dan transformasi digital di SMKN 6 Malang. Program ini menjadi bagian dari upaya transformasi PLN dalam mengedukasi generasi muda mengenai jaringan distribusi tenaga listrik, sistem distribusi, bahaya dan keselamatan ketenagalistrikan, serta pemahaman mendalam terhadap fitur-fitur digital layanan PLN, termasuk PLN Mobile, SwaCam, pengaduan gangguan, hingga keunggulan layanan Pascabayar.<\/p>\n<p>\u201cIni bagian dari transformasi pelayanan PLN sekaligus menanamkan semangat gotong royong dan literasi digital,\u201d ungkap Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo.<\/p>\n<p>Melalui serangkaian kegiatan edukasi ini, PLN tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga berperan proaktif sebagai penggerak perubahan sosial yang mendorong budaya keselamatan, kepedulian lingkungan, dan penggunaan teknologi secara bijak.<\/p>\n<p>PLN meyakini bahwa transformasi energi tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga tentang membangun kesadaran dan perilaku masyarakat sejak dini. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, PLN berkomitmen mewujudkan masa depan kelistrikan yang aman dan andal untuk semua lapisan masyarakat.(adi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya(penaindonesia.net) &#8211; Rabu 25 Juni 2025, PT PLN (Persero) melalui berbagai unit di Jawa Timur melaksanakan serangkaian kegiatan yang menekankan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, literasi energi, hingga bersinergi dengan stakeholder dalam mencegah risiko bencana. Tak hanya menyuplai energi, PLN menunjukkan peran aktif sebagai penggerak budaya keselamatan, gotong royong, dan transformasi digital di kalangan masyarakat. Di Madiun, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":12906,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1112,1136],"tags":[],"class_list":["post-12905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-jawa-timur","category-pln"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12907,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12905\/revisions\/12907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}