{"id":1303,"date":"2022-06-15T12:00:20","date_gmt":"2022-06-15T12:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=1303"},"modified":"2022-06-15T12:00:20","modified_gmt":"2022-06-15T12:00:20","slug":"puan-maharani-saya-minta-pendamping-pkh-sabar-dan-selalu-berjuang-untuk-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2022\/06\/15\/puan-maharani-saya-minta-pendamping-pkh-sabar-dan-selalu-berjuang-untuk-indonesia\/","title":{"rendered":"Puan Maharani: Saya Minta Pendamping PKH Sabar dan Selalu Berjuang untuk Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>SURABAYA.PENAINDONESIA.NET \u2013 Ketua DPR RI, Puan Maharani, bertemu dengan sejumlah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) di Grand Empire Hotel, Rabu (15\/6\/2022).<\/p>\n<p>Turut hadir dalam acara tersebut, anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi, anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.<\/p>\n<p>Sambil bercengkrama, Puan Maharani berbagi pengalamannya selama terjun langsung melakukan sosialisasi di awal-awal tercetusnya PKH.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, kala itu perlu kesabaran dan ketelatenan penuh dalam membantu para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengakses penyaluran bantuan.<\/p>\n<p>\u201cJadi, saya bisa rasakan, karena saya juga pernah mengurusi hal tersebut. Dari yang awalnya pakai pin sampai akhirnya sekarang semua ada yang dari bank dan pos, jadi tidak perlu susah-susah ke bank,\u201d ucap Puan.<\/p>\n<p>Karena itu, cucu Bung Karno itu mengapresiasi upaya pendamping PKH yang terus berjuang untuk mengawal dan membantu segala persoalan para KPM.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya yang membantu ibu-ibu KPM dalam menyelesaikan masalah di lapangan. Saya paham tidak mudah menjadi pendamping PKH untuk mengajari masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, program pendamping PKH telah berefek signifikan pada kemandirian para ibu rumah tangga. Lewat PKH, para ibu bisa berdaya dan lebih sejahtera.<\/p>\n<p>\u201cJadi, pengaruh PKH pada ibu-ibu ini signifikan. Ini harus ada karena kita punya cita-cita yang sama untuk berdayakan ibu-ibu menjadi warga yang mandiri. Di tangan seorang ibu yang berdaya keluarga itu bisa sejahtera,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>\u201cApa yang kita lakukan mungkin belum sempurna, tapi paling tidak kita bisa berperan bagi seluruh Indonesia. Dan saya minta pendamping PKH itu sabar dan selalu berjuang untuk Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Setelah memberi wejangan kepada para pendamping PKH, Ketua DPP PDI Perjuangan itu melanjutkan cengkramanya dengan perwakilan LP2BN, dan mengapresiasi upaya mereka yang tak kenal lelah melestarikan budaya tanah air.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh LP2BN, karena inilah Indonesia, inilah budaya Indonesia yang beragama dan berbudaya dengan keberagaman,\u201d jelasnya.<br \/>\nMenurutnya, apa yang telah dilakukan LP2BN merupakan cerminan dari potret toleransi dan menghargai leluhur bangsa, yang perlu terus dimasifkan.<\/p>\n<p>\u201cKita harus saling menghargai dan mentoleransi. Tadi, bahwa bapak-ibu sudah bersemangat untuk mengurus kebudayaan tolong terus dilanjutkan. Jangan pernah lupa dengan akarnya,\u201d pungkasnya. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA.PENAINDONESIA.NET \u2013 Ketua DPR RI, Puan Maharani, bertemu dengan sejumlah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) di Grand Empire Hotel, Rabu (15\/6\/2022). Turut hadir dalam acara tersebut, anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia, anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi, anggota &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":1304,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,117,116],"tags":[],"class_list":["post-1303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1303"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1303\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1305,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1303\/revisions\/1305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1304"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}