{"id":1376,"date":"2022-06-18T11:44:04","date_gmt":"2022-06-18T11:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=1376"},"modified":"2022-06-18T11:44:04","modified_gmt":"2022-06-18T11:44:04","slug":"kedekatan-anak-dan-ibu-setelah-melahirkan-bisa-maksimal-puan-dpr-terus-perjuangkan-ruu-kia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2022\/06\/18\/kedekatan-anak-dan-ibu-setelah-melahirkan-bisa-maksimal-puan-dpr-terus-perjuangkan-ruu-kia\/","title":{"rendered":"Kedekatan Anak dan Ibu Setelah Melahirkan bisa Maksimal, Puan: DPR Terus Perjuangkan RUU KIA"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA.PENAINDONESIA &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan, pihaknya tengah memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) segera dibahas di DPR, salah satunya tentang penambahan cuti hamil dan melahirkan bagi ibu.<\/p>\n<p>&#8220;Di DPR RI kami sedang memperjuangkan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak. Yang mana nantinya ibu melahirkan itu cutinya itu Insya Allah dari 3 bulan jadi 6 bulan,&#8221; kata Puan saat membuka Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat untuk Menghindari Stunting, di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18\/6).<\/p>\n<p>Soal teknisnya, kata dia, nanti akan dibahas oleh DPR dan Pemerintah.<\/p>\n<p>Puan melihat rancangan undang-undang itu perlu diperjuangkan, agar kedekatan antara ibu dan anak setelah melahirkan bisa maksimal.<\/p>\n<p>RUU itu salah satunya akan membahas tentang penambahan cuti hamil dan melahirkan bagi ibu, dari tiga bulan menjadi enam bulan.<\/p>\n<p>&#8220;Cuti 3 bulan memang cukup, tetapi kalau bisa 6 bulan, kenapa tidak. Dan 3 bulan selanjutnya, apakah nanti itu WFH, tetap bekerja, tapi bersama bayinya. Ini penting. Sehingga kedekatan antara ibu dan anak bisa lebih dekat, bisa lebih memberikan ASI,&#8221; ujar perempuan politisi lulusan Universitas Indonesia itu.<\/p>\n<p>Dengan RUU itu, Puan mengatakan pihaknya juga menyasar peran ayah dalam mengurus serta membesarkan anak lebih diberikan. Para ibu juga akan bisa bekerja sembari mengurus anaknya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kita dukung ya itu semua,&#8221; kata Puan.<\/p>\n<p>Puan menuturkan, pemberian ASI dan memberikan makanan yang bergizi bagi anak akan mencegah terjadinya stunting.<\/p>\n<p>Menurut dia, kegiatan yang dilakukan oleh DPP PDI Perjuangan dalam memberikan penyuluhan tentang stunting dan makanan bergizi kepada kaum ibu, khususnya kepada ibu hamil sebagai upaya untuk menekan terjadinya stunting.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang ini penting sekali untuk kita sama-sama mengatasi stunting secara bergotong royong karena bagaimana nanti tahun 2024 stunting itu bisa berkurang. Jadi salah satu gotong royong di PDI Perjuangan untuk sama-sama dengan Pemerintah mengatasi stunting,&#8221; ujar Puan.<\/p>\n<p>Dia menambahkan persoalan stunting harus bisa diatasi sejak dini, karena hal itu menyangkut masa depan bangsa, masa depan bayi dan anak-anak.<\/p>\n<p>&#8220;Anak-anak kita nantinya itu memang bisa menjadi generasi emas yakni generasi sehat lahir batin dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; kata Puan.(gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA.PENAINDONESIA &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani menyebutkan, pihaknya tengah memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) segera dibahas di DPR, salah satunya tentang penambahan cuti hamil dan melahirkan bagi ibu. &#8220;Di DPR RI kami sedang memperjuangkan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak. Yang mana nantinya ibu melahirkan itu cutinya itu Insya Allah dari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":1377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,216,117,135],"tags":[],"class_list":["post-1376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesehatan","category-nasional","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1376"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1378,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1376\/revisions\/1378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}