{"id":13803,"date":"2025-12-19T10:53:42","date_gmt":"2025-12-19T10:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=13803"},"modified":"2025-12-19T10:53:42","modified_gmt":"2025-12-19T10:53:42","slug":"crane-disulap-jadi-tower-darurat-pln-terus-fokus-pulihkan-menyeluruh-listrik-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2025\/12\/19\/crane-disulap-jadi-tower-darurat-pln-terus-fokus-pulihkan-menyeluruh-listrik-aceh\/","title":{"rendered":"Crane Disulap Jadi Tower Darurat, PLN Terus Fokus Pulihkan Menyeluruh Listrik Aceh"},"content":{"rendered":"<p>Aceh(penaindonesia.net) &#8211; 19 Desember 2025, Pemulihan pasokan listrik terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang masih dinamis pascabencana. Untuk memastikan pasokan listrik kembali diperoleh secara bertahap oleh masyarakat Aceh, PT PLN (Persero) melakukan inovasi dalam pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan\u2013Langsa dengan memodifikasi alat berat (crane) sebagai tower darurat. Melalui inovasi ini, interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra\u2013Aceh telah berhasil tersambung kembali dan listrik berhasil dialirkan secara bertahap dan aman.<\/p>\n<p>Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa langkah tersebut ditempuh karena kondisi lapangan di salah satu titik transmisi di Aceh Tamiang yang belum mendukung untuk pembangunan tower darurat dalam waktu yang singkat.<\/p>\n<p>\u201cDi lapangan, kami menghadapi endapan lumpur, material sisa banjir, serta akses kerja yang terbatas. Kondisi ini membuat pembangunan fondasi tower darurat akan membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kami memilih solusi yang tetap aman agar pemulihan dapat terus berjalan,\u201d ujar Darmawan.<\/p>\n<p>Dengan tersambungnya kembali interkoneksi Sumatra\u2013Aceh berkat inovasi penggunaan crane sebagai tower darurat, kini pasokan listrik telah disalurkan secara bertahap dan penuh kehati-hatian kepada jaringan distribusi di seluruh wilayah Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Pada proses ini, kami lakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak genangan air atau lumpur,&#8221; tutup Darmawan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Putra Nugraha menjelaskan bahwa pemanfaatan crane sebagai tower darurat dipilih sebagai pendekatan teknis sementara agar jalur transmisi kembali difungsikan tanpa menunggu kondisi lapangan sepenuhnya pulih. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan melalui pengujian teknis dan pengawasan berlapis untuk memastikan keselamatan sistem serta lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.<\/p>\n<p>\u201cSetiap langkah percepatan yang kami lakukan harus tetap mengutamakan keandalan sistem dan keselamatan seluruh pihak. Karena itu, tiap keputusan teknis diambil secara cepat dan berdasarkan pengujian di lapangan,\u201d jelas Edwin.<\/p>\n<p>Edwin juga menambahkan, pemanfaatan crane sebagai tower darurat bersifat sementara. Seiring membaiknya kondisi tanah dan akses kerja di lokasi terdampak, pihaknya akan melanjutkan pembangunan tower transmisi permanen sesuai standar ketenagalistrikan guna memastikan keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cKami akan terus berupaya maksimal di lapangan hingga pemulihan kelistrikan Aceh benar-benar tuntas dan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat kembali andal,\u201d tambah Edwin.(adi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aceh(penaindonesia.net) &#8211; 19 Desember 2025, Pemulihan pasokan listrik terus dilakukan di tengah kondisi lapangan yang masih dinamis pascabencana. Untuk memastikan pasokan listrik kembali diperoleh secara bertahap oleh masyarakat Aceh, PT PLN (Persero) melakukan inovasi dalam pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan\u2013Langsa dengan memodifikasi alat berat (crane) sebagai tower darurat. Melalui inovasi ini, interkoneksi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":13804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1136],"tags":[],"class_list":["post-13803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pln"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13805,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13803\/revisions\/13805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}