{"id":14137,"date":"2026-03-16T03:00:59","date_gmt":"2026-03-16T03:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=14137"},"modified":"2026-03-16T03:02:46","modified_gmt":"2026-03-16T03:02:46","slug":"mudik-lebaran-tradisi-atau-gengsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2026\/03\/16\/mudik-lebaran-tradisi-atau-gengsi\/","title":{"rendered":"Mudik Lebaran: Tradisi atau Gengsi?"},"content":{"rendered":"<p>PENAINDONESIA.NET &#8211; Mudik Lebaran, sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Namun, apakah mudik Lebaran hanya sekedar tradisi, ataukah ada unsur gengsi di dalamnya?<\/p>\n<p>Mudik Lebaran sebenarnya adalah sebuah tradisi yang baik. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk berkumpul dengan keluarga, mempererat tali silaturahmi, dan memohon maaf kepada orang tua dan keluarga yang lebih tua. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, mudik Lebaran telah menjadi sebuah ajang untuk menunjukkan status sosial dan gengsi.<\/p>\n<p>Banyak orang yang merasa harus mudik dengan menggunakan kendaraan mewah, membeli baju baru, dan membawa oleh-oleh yang mahal. Mereka merasa bahwa ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa mereka sukses dan memiliki status sosial yang tinggi. Namun, apakah ini adalah cara yang benar?<\/p>\n<p>Ustadz Subari mengatakan, &#8220;Mudik Lebaran seharusnya tidak menjadi ajang untuk menunjukkan gengsi, tapi harus menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memohon maaf kepada keluarga. Kita harus fokus pada nilai-nilai spiritual dan kebersamaan, bukan pada materi dan status sosial.&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Hadist ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin tali silaturahmi dalam Islam. Mudik Lebaran adalah kesempatan yang baik untuk melakukan hal ini. Kita harus meninggalkan gengsi dan fokus pada nilai-nilai yang lebih tinggi. Menurut Ustadz Subari, pengamat sosial Ekonomi, tinggal di Jawa Timur, ada beberapa makna yang diambil dari tradisi mudik ini, sebagian masyarakat yang mudik dilakukan justru, bukan sekedar silaturahmi tetapi juga membantu peningkatan ekonomi keluarga. Contoh memberi kan modal usaha dan memperbaiki tempat tinggal di desa agar kehidupan lebih baik dan sejahtera. Tetapi juga ada sebagian masyarakat yang hanya pulang untuk silaturahmi saja. Dengan demikian, mudik Lebaran akan menjadi sebuah tradisi yang baik dan membawa berkah bagi kita semua.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAINDONESIA.NET &#8211; Mudik Lebaran, sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Namun, apakah mudik Lebaran hanya sekedar tradisi, ataukah ada unsur gengsi di dalamnya? Mudik Lebaran sebenarnya adalah sebuah tradisi yang baik. Ini adalah kesempatan bagi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":14140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[939,195],"tags":[],"class_list":["post-14137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14139,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14137\/revisions\/14139"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}