{"id":14153,"date":"2026-03-18T04:19:15","date_gmt":"2026-03-18T04:19:15","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=14153"},"modified":"2026-03-18T04:19:15","modified_gmt":"2026-03-18T04:19:15","slug":"international-womens-day-pln-perkuat-lingkungan-kerja-inklusif-bagi-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2026\/03\/18\/international-womens-day-pln-perkuat-lingkungan-kerja-inklusif-bagi-perempuan\/","title":{"rendered":"International Women\u2019s Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif bagi Perempuan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta(penaindonesia.net) Selasa 17 Maret 2026, PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan suportif bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia. Hal ini tercermin dalam momentum peringatan International Women\u2019s Day yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (13\/3).<\/p>\n<p>Psikolog sekaligus Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, mengapresiasi upaya PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang women friendly, sehingga perempuan dapat berkembang secara profesional sekaligus menjalankan peran penting di keluarga.<\/p>\n<p>\u201cLingkungan kerja yang mendukung dan support dari keluarga membuat perempuan lebih percaya diri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat,\u201d ujar Rose Mini.<\/p>\n<p>Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menuturkan bahwa momentum International Women\u2019s Day menjadi pengingat pentingnya membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dan mengambil peran strategis, termasuk di sektor kelistrikan yang selama ini identik dengan dunia kerja yang didominasi laki-laki.<\/p>\n<p>\u201cDi sektor energi kelistrikan seperti di PLN, semakin banyak perempuan yang hadir sebagai profesional kompeten, memimpin tim, hingga mengelola proyek-proyek strategis yang mendukung penyediaan listrik andal bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia,\u201d ujar Arsyadany.<\/p>\n<p>PLN sendiri terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja, mulai dari program pengembangan kepemimpinan, mentoring, hingga ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dari para pegawai perempuan.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin semakin banyak perempuan di PLN yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya. Ketika perempuan diberi ruang untuk bertumbuh, yang tumbuh bukan hanya dirinya, tetapi juga organisasi dan masa depan yang kita bangun bersama,\u201d tutur Arsyadany.<\/p>\n<p>Selain itu, PLN juga mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inisiatif Community Development yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Beragam inisiatif telah dijalankan, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, program Srikandi Movement yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan, hingga program Desa Siaga Bencana yang mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim.<\/p>\n<p>\u201cPLN ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui peran aktif para Srikandi,\u201d tutup Arsyadany.(adi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta(penaindonesia.net) Selasa 17 Maret 2026, PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan suportif bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia. Hal ini tercermin dalam momentum peringatan International Women\u2019s Day yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (13\/3). Psikolog sekaligus Guru Besar Tetap &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":14154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1136],"tags":[],"class_list":["post-14153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pln"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14153"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14153\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14155,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14153\/revisions\/14155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}