{"id":4299,"date":"2022-11-07T01:17:07","date_gmt":"2022-11-07T01:17:07","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=4299"},"modified":"2022-11-07T01:17:07","modified_gmt":"2022-11-07T01:17:07","slug":"cara-hilangkan-cupang-atau-istilah-sebutan-bekas-ciuman-yang-bentuknya-seperti-memar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2022\/11\/07\/cara-hilangkan-cupang-atau-istilah-sebutan-bekas-ciuman-yang-bentuknya-seperti-memar\/","title":{"rendered":"Cara Hilangkan Cupang atau Istilah Sebutan Bekas Ciuman yang Bentuknya Seperti Memar"},"content":{"rendered":"<p>PENAINDONESIA.NET &#8212; Bekas cupang adalah istilah untuk sebutan bekas ciuman yang bentuknya seperti memar, agak kemerahan atau keungu-unguan.<\/p>\n<p>Cara menghilangkan bekas cupang memang tidak bisa pudar dalam satu hari. Biasanya bekas cupang dapat hilang sendiri sekitar 2 hari atau 2 minggu.<\/p>\n<p>Inilah cara Menghilangkan Henna di Kulit dengan Mudah dan Cepat<\/p>\n<p>Selama masa pemulihan itu, tubuh akan menyerap darah yang sebelumnya terkumpul membentuk luka memar supaya bisa kembali normal ke warna kulit semula.<\/p>\n<p>Jejak dari bekas cupang memang bisa tersebar di anggota tubuh mana pun. Umumnya bekas ciuman ini lebih sering di area sekitar leher, sehingga bekasnya jauh lebih terlihat.<\/p>\n<p>Berikut cara efektif menghilangkan bekas cupang yang bisa Anda coba. Meski tidak langsung hilang, setidaknya memar tersebut dapat pudar dengan cepat.<\/p>\n<p>1. Mengoleskan aloe vera<\/p>\n<p>Aloe vera gel atau losion lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi pembengkakan di kulit.<\/p>\n<p>Semakin sering Anda mengoleskan aloe vera ke area bekas cupang, maka memar tersebut dapat segera pudar.<\/p>\n<p>2. Mengoleskan minyak esensial<\/p>\n<p>Minyak esensial lavender, chamomile, marjoram, bergamot, dan sandalwood, termasuk ampuh untuk menghilangkan bekas cupang, atau gigitan cinta.<\/p>\n<p>3. Mengompres air hangat<\/p>\n<p>Kompres air hangat dapat membantu menyembuhkan memar yang kemerahan atau keungu-unguan supaya aliran darahnya kembali lancar.<\/p>\n<p>Cukup siapkan waslap yang sudah dicelup ke air hangat, lalu kompres selama 10 menit setiap hari sampai bekas kemerahan hilang.<\/p>\n<p>4. Mengompres air dingin<\/p>\n<p>Cara menghilangkan bekas cupang selanjutnya bisa menggunakan kompres air dingin atau es batu. Bisa memakai waslap basah atau sendok dingin.<\/p>\n<p>Masukkan sendok stainless ke kulkas selama 8 menit. Setelah itu ambil sendok dingin dari kulkas dan tempel ke area kulit bekas cupang, ulang cara ini sampai bekas cupang kemerahan memudar.<\/p>\n<p>5. Memakai vitamin C<\/p>\n<p>Ilustrasi. Cara menghilangkan bekas cupang, salah satunya dengan mengguankan pelembap<\/p>\n<p>Krim atau pelembap dengan kandungan vitamin C mempunyai kadar antioksidan tinggi yang bisa merangsang produksi kolagen pada kulit.<\/p>\n<p>6. Memakai losion cocoa butter<\/p>\n<p>Losion cocoa butter dengan tekstur gel atau krim, sama-sama efektif untuk menghilangkan bekas cupang di kulit.<\/p>\n<p>7. Menutup dengan concealer<\/p>\n<p>Concealer adalah tipe kosmetik yang dirancang untuk menutupi noda-noda di wajah. Tak hanya itu, Anda dapat menggunakan concealer sebagai penutup bekas cupang.<\/p>\n<p>Cara menghilangkan bekas cupang di leher dengan concealer ini sangat mudah, cukup oles secukupnya dan beri lapisan tambahan dari BB cream atau foundation supaya bekasnya tertutup dan tersamarkan.<\/p>\n<p>Selama masa penyembuhan bekas cupang, Anda bisa menggunakan pakaian lengan panjang dengan kerah turtleneck sampai warna kulitnya kembali normal. (red)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAINDONESIA.NET &#8212; Bekas cupang adalah istilah untuk sebutan bekas ciuman yang bentuknya seperti memar, agak kemerahan atau keungu-unguan. Cara menghilangkan bekas cupang memang tidak bisa pudar dalam satu hari. Biasanya bekas cupang dapat hilang sendiri sekitar 2 hari atau 2 minggu. Inilah cara Menghilangkan Henna di Kulit dengan Mudah dan Cepat Selama masa pemulihan itu, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":4300,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[939,195],"tags":[],"class_list":["post-4299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4299"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4301,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4299\/revisions\/4301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}