{"id":5232,"date":"2022-12-29T06:30:04","date_gmt":"2022-12-29T06:30:04","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=5232"},"modified":"2022-12-29T06:31:08","modified_gmt":"2022-12-29T06:31:08","slug":"jam-pidum-menyetujui-4-pengajuan-penghentian-penuntutan-berd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2022\/12\/29\/jam-pidum-menyetujui-4-pengajuan-penghentian-penuntutan-berd\/","title":{"rendered":"JAM-Pidum Menyetujui 4 Pengajuan Penghentian Penuntutan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA(penaindonesia.net) &#8211; Kamis 29 Desember 2022, Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 4 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.<\/p>\n<p>Adapun 4 berkas perkara yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif yaitu:<br \/>\n1. Tersangka DEDI AFRIANTO PGL DEDI dari Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang disangka melanggar Primair Pasal 351 Ayat (2) KUHP Subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>2. Tersangka ZULKIFLI PGL CUN dari Kejaksaan Negeri Solok yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>3. Tersangka FIQRI KAMARUDDIN bin KAMARUDDIN dari Kejaksaan Negeri Takalar yang disangka melanggar Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pengancaman.<\/p>\n<p>4. Tersangka SYNTHA SUSANTI binti EDI RIDWAN dari Kejaksaan Negeri Empat Lawang yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<br \/>\nAlasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:<br \/>\n\uf0b7 Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf;<br \/>\n\uf0b7 Tersangka belum pernah dihukum;<br \/>\n\uf0b7 Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana;<br \/>\n\uf0b7 Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;<br \/>\n\uf0b7 Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya;<br \/>\n\uf0b7 Proses perdamaian dilakukan secara sukarela, dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan dan intimidasi;<br \/>\n\uf0b7 Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar;<br \/>\n\uf0b7 Pertimbangan sosiologis;<br \/>\n\uf0b7 Masyarakat merespon positif.<br \/>\nSelanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01\/E\/EJP\/02\/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA(penaindonesia.net) &#8211; Kamis 29 Desember 2022, Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 4 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Adapun 4 berkas perkara yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif yaitu: 1. Tersangka DEDI AFRIANTO PGL DEDI dari Kejaksaan Negeri Sawahlunto yang disangka melanggar Primair Pasal 351 Ayat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":5233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,371,117],"tags":[],"class_list":["post-5232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hukum-dan-kriminal","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5232"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5235,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5232\/revisions\/5235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}