{"id":6423,"date":"2023-03-01T10:53:18","date_gmt":"2023-03-01T10:53:18","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=6423"},"modified":"2023-03-01T10:53:18","modified_gmt":"2023-03-01T10:53:18","slug":"sambangi-umkm-di-tuban-lanyalla-dorong-daerah-permudah-akses-pembiayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/03\/01\/sambangi-umkm-di-tuban-lanyalla-dorong-daerah-permudah-akses-pembiayaan\/","title":{"rendered":"Sambangi UMKM di Tuban, LaNyalla Dorong Daerah Permudah Akses Pembiayaan"},"content":{"rendered":"<p>TUBAN I PENAINDONESIA.NET \u2013 Salah satu kendala pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha adalah modal. Untuk itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar akses pembiayaan untuk UMKM di daerah dipermudah.<\/p>\n<p>Menurut LaNyalla yang sedang mengisi reses di Jawa Timur, yang paling dirasakan para pelaku usaha kecil adalah minimnya pemodalan serta sempitnya akses.<\/p>\n<p>\u201cHal ini yang akhirnya membuat kebanyakan pelaku UMKM mencari modal ke bank keliling atau rentenir. Risikonya adalah mereka harus menghadapi bunga yang tinggi,\u201d kata LaNyalla saat menyambangi UMKM di Komplek Pemakaman Sunan Bonang Jawa Timur, disela reses, Rabu (1\/3\/2023).<\/p>\n<p>Hal ini dirasakan juga oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Selain akses pembiayaan yang minim, para pelaku UMKM juga merasakan sulitnya mendapat sertifikasi halal.<\/p>\n<p>\u201cHal yang terberat yang sulit dipenuhi pelaku UMKM adalah persyaratan yang seringkali tidak dapat dipenuhi, jangan bikin sulit rakyat kita, rakyat kita harus bisa mencari rezeki dengan tenang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, LaNyalla meminta dinas-dinas terkait untuk memberikan rekomendasi pemodalan agar para pelaku UMKM tersebut bisa hidup dan berkembang.<\/p>\n<p>\u201cAgar para pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pembiayaan seperti KUR dari bank-bank plat merah dengan bunga rendah, jadi tidak tercekik dengan utang, \u201cujarnya.<\/p>\n<p>Senator asal Jawa Timur itu juga mendorong diberikan kemudahan di dalam merealisasikan sertifikat halal untuk para UMKM, apalagi dengan adanya perubahan peraturan tentang sertifikasi halal.<\/p>\n<p>\u201cYang menjadi masalah, pelaku UMKM hanya tahunya sertifikasi halal ada di MUI. Oleh karena itu, mereka harus dibantu agar usahanya semakin maksimal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dia berharap lembaga-lembaga yang terkait di dalamnya bisa bersinergi untuk rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dwi Sandi, pedagang UMKM di area pemakaman Sunan Bonang, Tuban, mengatakan, dirinya senang usahanya di datangi orang nomer 7\u00a0 di tanah air. \u201cSaya kaget, pak Nyalla belanja di tempat saya, beliau rajin banget kalau ziarah, setiap tahun pasti lihat beliau ziarah ke Sunan Bonang, makasih pak, seneng kedatangan pak Nyalla, \u201d ujar Dwi.<\/p>\n<p>Dwi juga berkomentar sangat setuju dengan apa yang diperjuangkan LaNyalla untuk membangkitkan UMKM di Tuban. \u201cSaya ingin sekali usaha semakin maju, butuh modal untuk bisa mengembangkan usaha, jika memang ada pinjaman yang tidak susah mengembalikannya, pasti saya sangat terbantu,\u201d kata Dwi.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUBAN I PENAINDONESIA.NET \u2013 Salah satu kendala pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha adalah modal. Untuk itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar akses pembiayaan untuk UMKM di daerah dipermudah. Menurut LaNyalla yang sedang mengisi reses di Jawa Timur, yang paling dirasakan para pelaku usaha kecil adalah minimnya pemodalan serta sempitnya akses. \u201cHal &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":6424,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1137,117],"tags":[],"class_list":["post-6423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dpd-ri","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6425,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6423\/revisions\/6425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}