{"id":6972,"date":"2023-03-26T20:12:46","date_gmt":"2023-03-26T20:12:46","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=6972"},"modified":"2023-03-26T20:12:46","modified_gmt":"2023-03-26T20:12:46","slug":"sosialisasi-4-pilar-kebangsaan-di-ambon-nono-sampono-minta-masyarakat-terus-jaga-kerukunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/03\/26\/sosialisasi-4-pilar-kebangsaan-di-ambon-nono-sampono-minta-masyarakat-terus-jaga-kerukunan\/","title":{"rendered":"Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ambon, Nono Sampono Minta Masyarakat Terus Jaga Kerukunan"},"content":{"rendered":"<p>AMBON II PENAINDONESIA.NET &#8211; Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada masyarakat Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (25\/3\/2023).<\/p>\n<p>\u201cSebagai sesama warga negara, kita harus terus menjaga kerukunan. Kerukunan warga akan melahirkan persatuan bangsa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Nono, kerukunan warga sangat dibutuhkan agar dapat terhindar dari konflik yang bisa membuat perpecahan. Terlebih, Indonesia memiliki beragam suku, bahasa dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cKita memiliki berbagai suku, bahasa dan budaya. Bukan untuk terpecah-belah, tapi untuk bersatu membangun negeri,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Nono mengungkapkan bahwa sosialisasi empat pilar merupakan tugas anggota MPR agar masyarakat Indonesia memahami bahwa bangsa ini harus menjadi negara kesatuan Republik Indonesia yang kuat.<\/p>\n<p>\u201cSosialisasi Empat Pilar menjadi sangat penting untuk terus disuarakan dan disampaikan kepada masyarakat untuk menjadi dasar kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,\u201d ucap mantan Kepala Basarnas itu.<\/p>\n<p>Menurut Nono, dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika maka seluruh upaya-upaya memecah belah bangsa ini bisa dipersatukan kembali.<\/p>\n<p>\u201dSalah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,\u201d ujar Nono Sampono.<\/p>\n<p>Nono Sampono menambahkan, Pancasila harus menjadi nilai dan semangat untuk seluruh rakyat Indonesia memajukan negeri sehingga tidak ada lagi membedakan suku, ras, agama maupun kepentingan antargolongan.<\/p>\n<p>Untuk mengurangi gesekan tersebut maka sosialisasi empat pilar negara menjadi penting untuk menghilangkan perpecahan dan memperkuat kembali kebangsaan.<\/p>\n<p>\u201dKita beruntung\u00a0punya Pancasila, Pancasila ini dengan perjuangan seluruh pihak, kemudian menjadikan Indonesia tetap teguh,\u00a0 tegak,\u00a0 tetap eksis, dan tidak terpecah,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Sementara warga Kelurahan Uritetu mengaku senang dengan hadirnya anggota DPD RI di kampung halaman mereka.<\/p>\n<p>\u201cKami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Nono Sampono di kampung kami, yang biasanya hanya kami lihat di televisi, kini berada di depan masyarakat Uritetu,\u201d ucap warga.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AMBON II PENAINDONESIA.NET &#8211; Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada masyarakat Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (25\/3\/2023). \u201cSebagai sesama warga negara, kita harus terus menjaga kerukunan. Kerukunan warga akan melahirkan persatuan bangsa,\u201d katanya. Menurut Nono, kerukunan warga sangat dibutuhkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":6973,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1137,117],"tags":[],"class_list":["post-6972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dpd-ri","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6972"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6974,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6972\/revisions\/6974"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}