{"id":7012,"date":"2023-03-28T13:13:31","date_gmt":"2023-03-28T13:13:31","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=7012"},"modified":"2023-03-28T13:13:31","modified_gmt":"2023-03-28T13:13:31","slug":"utusan-negara-republik-kongo-tertarik-teknologi-pengolahan-residu-di-toss-center-klungkung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/03\/28\/utusan-negara-republik-kongo-tertarik-teknologi-pengolahan-residu-di-toss-center-klungkung\/","title":{"rendered":"Utusan Negara Republik Kongo Tertarik Teknologi Pengolahan Residu di TOSS Center Klungkung"},"content":{"rendered":"<p>SEMARAPURA II PENAINDONESIA.NET &#8211; Mesin pengolah sampah residu rekayasa teknologi anak bangsa yang dioperatori PT Citra Terang Bumi Lestari (CTBL) di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Klungkung dilirik dunia.<\/p>\n<p>Menteri Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Kongo, Arlette Soudan Nonault datang ke Klungkung menyaksikan operasional mesin mengolah sampah organik dan unorganik yang ada di (TOSS) Center Gema Santi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali Minggu (26\/3\/2023).<\/p>\n<p>Tiba di TOSS Center Arlette Soudan Nonault langsung menuju ke mesin pengolah sampah residu. Ditemani Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan rombongan dari KLHK Pusat. Setelah melihat mekanisme pengolahan sampah pada mesin residu, Menteri Arlete mendapat penjelasan seputar operasional mesin dari Direktur PT. Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) Putu Ivan Yunatana.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat tertarik dengan operasional mesin yang ada di TOSS Center. Ini teknologi inovasi pengelolaan sampah yang sangat baik di Indonesia. Bagaimana memproduksi sampah anorganik menjadi program pertanian dan lain-lain,\u201d kata Menteri Arlete yang juga mantan jurnalis itu.<\/p>\n<p>Oleh karena itu Menteri Arlete berterima kasih kepada KLHK RI yang telah mengajak dirinya dan rombongan berkunjung ke tempat pengolahan sampah yang menerima penghargaan Adipura dan masuk dalam TOP 5 Inovasi Pelayanan Publik Sangat Terpuji 2022 ini.<\/p>\n<p>Pihaknya juga tertarik dengan hasil pengolahan sampah yang langsung dimanfaatkan sebagai kompos dan pelet. \u201cIni betul-betul pengolahan sampah yang sangat efektif. Dari kunjungan ini akan kami terapkan di Negeri kami,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta mengatakan kedatangan Menteri Arlette ke Klungkung karena daerah yang dijuluki Bumi Serombotan itu menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Pebruari 2023 di Jakarta dan masuk Top 5 Terpuji Nasional Inovasi Pelayanan Publik.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini TOSS masuk TOP 5 kategori Outstanding Achievement of Public Service Innovation pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2022,\u201d ujar Bupati Bupati Suwirta.<\/p>\n<p>Sementara Direktur Pengurangan Sampah KLHK RI Sinta Saptarina Soemiarno, mengatakan,memilih TOSS Center ini untuk dikunjungi dari Kementerian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Kongo tersebut karena TOSS konsisten dalam pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>\u201cBagus sekali karena ada partnership (kerjasama) dengan asosiasi, koperasi, produsen, sekaligus pembelajaran kepada masyarakat. Kami melihat inisiatif yang baik dibandingkan di tempat yang lain, semoga terus berinovasi,\u201d puji Sinta Saptarina.<\/p>\n<p>Ikut dalam kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Sekretaris Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, serta Direktur Pengurangan Sampah. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARAPURA II PENAINDONESIA.NET &#8211; Mesin pengolah sampah residu rekayasa teknologi anak bangsa yang dioperatori PT Citra Terang Bumi Lestari (CTBL) di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Klungkung dilirik dunia. Menteri Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Kongo, Arlette Soudan Nonault datang ke Klungkung menyaksikan operasional mesin mengolah sampah organik dan unorganik yang ada di (TOSS) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":7013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,117],"tags":[],"class_list":["post-7012","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7012","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7012"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7012\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7014,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7012\/revisions\/7014"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7012"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7012"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7012"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}