{"id":7392,"date":"2023-04-12T07:36:47","date_gmt":"2023-04-12T07:36:47","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=7392"},"modified":"2023-04-12T07:36:47","modified_gmt":"2023-04-12T07:36:47","slug":"jam-pidum-menyetujui-30-pengajuan-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/04\/12\/jam-pidum-menyetujui-30-pengajuan-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice\/","title":{"rendered":"JAM-Pidum Menyetujui 30 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice\u00a0"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, PENAINDONESIA.NET &#8211; Rabu 12 April 2023, Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 30 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yaitu:<\/p>\n<p>1. Tersangka M. HATTA SUNARYANA bin alm SUNARTO dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>2. Tersangka MUKSAL MINA bin NURDIN dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>3. Tersangka IDRIS bin AFAN alias LAWEUNG dari Kejaksaan Negeri Simeulue yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>4. Tersangka ARI FATHAM MUBINA bin HENDRI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>5. Tersangka LISTITA KOMA binti AMIRUDDIN dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>6. Tersangka HENDRI bin SUARTI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan (berkas perkara pertama).<\/p>\n<p>7. Tersangka HENDRI bin SUARTI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan (berkas perkara kedua).<\/p>\n<p>8. Tersangka PADLI SYAHRI bin M. ALI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan (berkas perkara pertama).<\/p>\n<p>9. Tersangka PADLI SYAHRI bin M. ALI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan (berkas perkara kedua).<\/p>\n<p>10. Tersangka RIKA PALIA SUCI binti SYAHRI dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>11. Tersangka RAMLAN alias RAMADAN bin alm. SALIM dari Kejaksaan Negeri Gayo Lues yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>12. Tersangka AGUSTIA bin M. YAHYA dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara yang disangka melanggar Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.<\/p>\n<p>13. Tersangka ROSYADI alias EDI GABE bin YAMUDIN dari Kejaksaan Negeri Rokan Hilir yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>14. Tersangka SURONO alias SURYA bin SUPRIHATIN dari Kejaksaan Negeri Bengkalis yang disangka melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP tentang Penadahan.<\/p>\n<p>15. Tersangka WARSENO alias SENO dari Kejaksaan Negeri Asahan yang disangka melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan subsidair Pasal 107 huruf d Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan jo. Pasal 55 KUHP.<\/p>\n<p>16. Tersangka MUHAMMAD YUNUS ZULKARNAIN dari Kejaksaan Negeri Belawan yang disangka melanggar Pertama Pasal 310 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan atau Kedua Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<\/p>\n<p>17. Tersangka GELPIN SIMANJUNTAK als GELPIN dari Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai yang disangka melanggar Pasal 80 Ayat (2) jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 80 ayat (1) jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.<\/p>\n<p>18. Tersangka I DEISI MENTAHARI alias EME dan Tersangka II SYANE KATIMBUL dari Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>19. Tersangka I JEMI alias JIMI dan Tersangka II ARIS TARKUS A. TAMERU alias ARIS dari Kejaksaan Negeri Kaimana yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>20. Tersangka ADITYA M alias ALLUNG bin MUHTAR alias KELANA dari Kejaksaan Negeri Bulukumba yang disangka melanggar Pasal 80 Ayat (1) jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>21. Tersangka ASRIYADI alias ADI COMMI bin NURDIN dari Kejaksaan Negeri Makassar yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>22. Tersangka LAWI bin LAMBATONG dari Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>23. Tersangka I ACHMAD RIFAY alias AMBON bin MUHAMAD NOOR dan Tersangka II SUKMA B SAKMIN dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang disangka melanggar Pasal 368 Ayat (2) KUHP tentang Pemerasan atau Pasal 335 KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pengancaman.<\/p>\n<p>24. Tersangka RAMADHAN alias ADON bin RAHMAT NASIR dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang disangka melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.<\/p>\n<p>25. Tersangka DIKI PRIYATNA bin SUGIRMAN dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>26. Tersangka SAMSUDIN alias SAM bin DERAYO JEN dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP tentang Penadahan.<\/p>\n<p>27. Tersangka IMAM ZARKASIH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>28. Tersangka DIKI FIRMANSYAH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/p>\n<p>29. Tersangka I ROZIK KUMULLOH alias ULOH bin MARDANI dan Tersangka II FAIZ FERDIANSYAH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang disangka melanggar Pasal 363 Ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.<\/p>\n<p>30. Tersangka RAHMA NOVINISA binti DARNIS dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:<\/p>\n<p>\uf0b7 Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf;<\/p>\n<p>\uf0b7 Tersangka belum pernah dihukum;<\/p>\n<p>\uf0b7 Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana;<\/p>\n<p>\uf0b7 Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;<\/p>\n<p>\uf0b7 Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya;<\/p>\n<p>\uf0b7 Proses perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi;<\/p>\n<p>\uf0b7 Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar;<\/p>\n<p>\uf0b7 Pertimbangan sosiologis;<\/p>\n<p>\uf0b7 Masyarakat merespon positif.<\/p>\n<p>Selanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01\/E\/EJP\/02\/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, PENAINDONESIA.NET &#8211; Rabu 12 April 2023, Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 30 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yaitu: 1. Tersangka M. HATTA SUNARYANA bin alm SUNARTO dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. 2. Tersangka MUKSAL MINA &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":7393,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1135,117],"tags":[],"class_list":["post-7392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kejaksaan","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7394,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7392\/revisions\/7394"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7393"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}