{"id":8248,"date":"2023-06-12T07:42:05","date_gmt":"2023-06-12T07:42:05","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=8248"},"modified":"2023-06-12T07:42:05","modified_gmt":"2023-06-12T07:42:05","slug":"jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-menyetujui-4-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/06\/12\/jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-menyetujui-4-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice\/","title":{"rendered":"Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Menyetujui 4 Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta(penaindonesia.net) &#8211; Senin 12 Juni 2023, Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 4 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice), yaitu:<\/p>\n<p>1. Tersangka SYALOM SATYA VATJANA MOSERO alias PAPA EVA dari Kejaksaan Negeri Poso yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>2. Tersangka MUH. RINTO dari Kejaksaan Negeri Palu yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP tentang Penadahan.<\/p>\n<p>3. Tersangka SUPRIYANTO DOKE alias ROY alias OI dari Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/p>\n<p>4. Tersangka SARJAN S. GAUS alias JAN dari Kejaksaan Negeri Ternate yang disangka melanggar Pasal 310 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<\/p>\n<p>Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:<\/p>\n<p>Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf;<\/p>\n<p>Tersangka belum pernah dihukum;<\/p>\n<p>Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana;<\/p>\n<p>Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;<\/p>\n<p>Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya;<\/p>\n<p>Proses perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi;<\/p>\n<p>Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar;<\/p>\n<p>Pertimbangan sosiologis;<\/p>\n<p>Masyarakat merespon positif.<\/p>\n<p>Selanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01\/E\/EJP\/02\/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. (gus)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta(penaindonesia.net) &#8211; Senin 12 Juni 2023, Jaksa Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 4 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice), yaitu: 1. Tersangka SYALOM SATYA VATJANA MOSERO alias PAPA EVA dari Kejaksaan Negeri Poso yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. 2. Tersangka &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":8249,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1135],"tags":[],"class_list":["post-8248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kejaksaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8250,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8248\/revisions\/8250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}