{"id":9678,"date":"2023-11-29T03:24:32","date_gmt":"2023-11-29T03:24:32","guid":{"rendered":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/?p=9678"},"modified":"2023-11-29T03:25:13","modified_gmt":"2023-11-29T03:25:13","slug":"senyum-bahagia-rahayu-terima-bantuan-pasang-baru-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/2023\/11\/29\/senyum-bahagia-rahayu-terima-bantuan-pasang-baru-listrik\/","title":{"rendered":"Senyum Bahagia Rahayu Terima Bantuan Pasang Baru Listrik"},"content":{"rendered":"<p>Setelah puluhan tahun menyalur, kini Rahayu (45) bisa menikmati listrik milik sendiri<\/p>\n<p>Malang(penaindonesia.net) Selasa 28 November, Selaras dengan komitmen untuk terus menghadirkan terang ke segala penjuru negeri, PT PLN (Persero) menyalakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di wilayah Kabupaten Malang. Sebanyak 291 warga Kecamatan Tumpang mendapat bantuan ini pada (25\/11) sementara 109 warga Kecamatan Bululawang pada (26\/11).<\/p>\n<p>Warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rahayu (45) mengungkapkan suka citanya menerima bantuan listrik dari pemerintah. Selama bertahun-tahun, perempuan yang berprofesi sebagai buruh ini tidak dapat membayar biaya sambung baru listrik secara mandiri dikarena kekurangan secara finansial.<\/p>\n<p>\u201cTerimakasih kepada pemerintah yang memberikan bantuan listrik kepada masyarakat, semoga kedepannya masyarakat lain yang membutuhkan dapat menerima bantuan juga dari pemerintah, karena listrik sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Senada, Fatimah (52) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga juga tidak mampu menyembunyikan raut bahagia dari wajahnya. Pasalnya listrik merupakan kebutuhan utama untuk menunjang kegiatan sehari-hari. \u201c_Mugi mugi program niki bermanfaat damel kulo keluarga kalian keluarga lintune sing membutuhaken, maturnuwun listrikipun saget gampangaken urip bendinone_ (Semoga program ini bermanfaat untuk keluarga saya dan keluarga lainnya yang membutuhkan, terima kasih karena listrik sangat memudahkan untuk keseharian-red),\u201d ujar Fatimah.<\/p>\n<p>Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hari Purnomo memaparkan BPBL merupakan wujud nyata negara hadir melalui pemerataan listrik.<\/p>\n<p>\u201cListrik adalah kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga Pemerintah bersama Kementerian ESDM dan PLN saling berkolaborasi untuk dapat memenuhi rasio elektifikasi menjadi 100% yang saat ini masih 99.70%. Program BPBL akan sangat membantu masyarakat,\u201d terang Hari.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam penyalaan sambung baru listrik, anggota komisi VII DPR RI, Moreno Soeprapto berharap listrik mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa.<\/p>\n<p>\u201cSemoga program pemasangan baru listrik baru ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Tumpang, Bululawang dan sekitarnya dan bermanfaat juga untuk adek-adek apabila ingin belajar di malam hari,\u201d kata Moreno.<\/p>\n<p>General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo memaparkan saat ini PLN telah menyalakan sambung baru listrik program ini di 21 wilayah Jawa Timur dengan total 20.250 warga.<\/p>\n<p>\u201cMenyasar warga tidak mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk mendapat bantuan pasang baru listrik 900 VA, PLN sepenuhnya mendukung program yang diinisiasi pemerintah ini. Semoga semakin banyak warga mendapat bantuan ini semakin meningkat pula kesejahteraan masyarakat,\u201d pungkas Agus. (Adi)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah puluhan tahun menyalur, kini Rahayu (45) bisa menikmati listrik milik sendiri Malang(penaindonesia.net) Selasa 28 November, Selaras dengan komitmen untuk terus menghadirkan terang ke segala penjuru negeri, PT PLN (Persero) menyalakan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di wilayah Kabupaten Malang. Sebanyak 291 warga Kecamatan Tumpang mendapat bantuan ini pada (25\/11) sementara 109 warga Kecamatan Bululawang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":9679,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[195,1136],"tags":[],"class_list":["post-9678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pln"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9678"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9681,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9678\/revisions\/9681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/penaindonesia.net\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}