DaerahPemerintah

Wajah Kepolisian Dapat Berubah Dengan Baik Jika Pelayanan Simpatik Dan Humanis Terhadap Masyarakat Terus Dilakukan Dengan Benar Dan Berkelanjutan

Megga-penaindonesia.net

Tubagus Rahmad Sukendar Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) menilai dengan adanya tragedi kasus Sambo harus menjadikan Polri segera introspeksi diri dan berbenah dari kekurangan yang ada saat ini, para Pejabat Utama Polri mulai dari Kapolda, Kapolres dan Kapolsek serta Anggota nya harus melakukan berbagai macam perubahan untuk bisa Polri semakin percaya diri bahwa simpatik dan kepercayaan masyarakat akan tumbuh kembali terhadap Polri bila Polri dalam melayani masyarakat dapat menunjukkan sikap yang Simpatik dan Humanis serta tidak ada lagi menyakiti hati masyarakat dan terhadap oknum Anggota yang masih tetap melakukan pelanggaran segera saja tanpa ada keraguan langsung di PTDH dan berlanjut ke Proses Pidana jika ada ditemukan unsur pidana nya Menurut Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar peranan kepolisian sangat penting didalam Penegakkan Hukum di Indonesia.

Apalagi di saat ini institusi polri sedang menjadi sorotan dan perbincangan dikalangan masyarakat, seperti apa yang disampaikan Najwa Shihab dengan kritik sosial terkait dengan pembunuhan berencana Brigadir J, dimana ada keterlibatan Sejumlah petinggi Polri menjadi tersangka dan juga Najwa Shihab menanggapi gaya hidup Hedonis anggota Polri yang menjadi sorotan masyarakat ini semua harus diakui Polri dan dijadikan bahan instropeksi bahwa masyarakat sekarang ini sepenuhnya mengawasi kinerja dan pribadi jajaran anggota Polri jadi Polri harus berterima kasih karena masih ada masyarakat yang mau menjalankan fungsi sebagai sosial kontrol terhadap Polri dengan adanya peristiwa Sambo juga dengan hadir nya Najwa Shihab yang melakukan kritik sosial nya positif dijadikan dasar untuk Polri berbenah diri dan berubah paradigma kita ketahui Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berulang kali menyampaikan kepada jajaran nya untuk tidak lagi berbuat yang aneh aneh apalagi sampai melukai hati masyarakat dan juga untuk tidak menampilkan gaya hidup hedonis karena masyarkat tahu berapa besaran gajih dan tunjangan para anggota Polri namun tetap saja masih banyak terjadi pelanggaran perbuatan oknum Polri yang ujungnya membuat Marwah Polri tercemar dan menjauh simpatik masyarakat ,kita harus dukung dan apresiasi sikap tegas Kapolri walaupun agak terlambat dengan menindak tegas beberapa Pejabat Utama Polri yang ada keterlibatan dalam peristiwa Sambo maupun anggota Polri lain nya yang ada melakukan pelanggaran etik maupun pidana dengan melakukan PTDH ini sudah sangat tepat apa yang dilakukan Kapolri sebagai konsekwensi dari perbuatan tercela oknum Polri yang bermasalah harus menjalani sidang kode etik selanjutnya menjalani proses pidana umum jika ada ditemukan unsur pidana.

Kejadian dari peristiwa Sambo juga kritik sosial dari Najwa Shihab harus menjadikan cermin dan contoh untuk Polri bisa berubah dan menjaga Marwah Institusi dengan baik dan benar, namun seperti diketahui masih tetap saja ada oknum polri berbuat tidak benar dengan menyalah gunakan kewenangan dan jabatan nya ada anggota polri yang tersandung masalah Narkoba, Pemerasan dan Penyuapan serta lain nya dan semua nya sudah dilakukan tindakan tegas Kepolisian dengan proses kode etik profesi dan dilanjutkan ke pidana umum Dalam kaitan ini BPI KPNPA RI sebagai Lembaga Sosial Kontrol bertugas Melakukan Pengawasan Terhadap para Penyelenggara Negara kembali memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kinerja jajaran Kepolisian dibawah Komando Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo yang dianggap berhasil membawa publik kembali mendukung keberadaan Polri sebagai Aparatur Penegak Hukum dalam melayani dan Mengayomi masyarakat melalui Penegakkan Hukum dengan Simpatik dan Humanis, Kapolri bersama Pejabat Utama Polri bekerja keras bagaimana dalam melakukan perubahan dan terobosan yang dilakukan untuk bagaimana di Jajaran Kepolisian mulai tingkat Mabes Polri sampai ditingkat Polsek dalam berbuat dan bekerja menghadirkan pelayanan yang terbaik untuk melayani dan mengayomi masyarakat harus ikhlas dan tanpa pamrih dari BPI KPNPA RI sebagai Lembaga Independen Yang bekerja dalam Mengawasi kinerja para Penyelenggara Negara telah melakukan penelitian selama kurang lebih 3 bulan dibantu Tim Relawan BPI KPNPA RI dengan menyebarkan quisener kepada masyarakat diberbagai Provinsi dan Kota Kabupaten terkait kepuasan publik terhadap kinerja Kepolisian di dalam penegakkan hukum dan pelayanan prima bersih dari pungutan liar.

Didapat hasil hampir 60 persen masyarakat yang menjadi sampel Quisenner menyampaikan rasa kepuasan mendalam terhadap Kinerja Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo dalam mengkomandoi Jajaran Kepolisian dengan ratusan ribu anggota nya untuk berupaya bisa dekat dan hadir berada ditengah masyarakat dengan melakukan Penegakkan Hukum melalui pendekatan secara simpatik dan humanis sehingga akan banyak terjadi perubahan yang sangat bermanpaat bagi semua lapisan masyarakat dan ini mendapatkan dukungan dari masyarakat apalagi sosok Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo yang dikenal ramah dan supel dalam bergaul dengan semua lapisan masyarakat saat ini sedang fokus berupaya bersama Jajaran Kepolisian berkomitmen untuk Mengembalikan Marwah Kepolisian sebagai penegak hukum yang mengayomi dan melindungi masyarakat dengan baik dan benar dengan senantiasa melakukan terobosan dan inovasi bersama semua jajaran Polri untuk bagaimana Kepolisian dapat hadir ,dekat dan berbaur dengan masyarakat tanpa ada sekat yang membatasi nya

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar menyampaikan bahwa peranan kepolisian sangat penting dalam penegakkan hukum di Indonesia.

Dalam hal ini BPI KPNPA RI melihat dan membuktikan bahwa Kepolisian berhasil dalam Penegakkan Hukum yang simpatik dan humanis direncanakan dalam waktu dekat ini BPI KPNPA RI akan mengadakan kunjungan silaturahmi ke Kapolri di Jakarta dalam rangka memberikan Penghargaan BPI Award kepada Irwasum,Kabareskrim , Kabaintelkam, dan Kadiv Propam karena dari hasil Quisenner dimasyarakat dinilai berhasil dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan mewujudkan keamanan dan ketertiban dimasyarakat melalui Penegakkan Hukum yang Simpatik dan Humanis ini semua membuktikan bahwa Peranan Polisi sangat penting sebagai fungsi keamanan dalam masyarakat. Dan juga polisi memiliki perananan penting bagi semua para penyelenggara NKRI.

Marwah Polri akan berubah bila ada kemauan yang ikhlas dari semua Jajaran Kepolisian untuk bagaimana menjadikan Institusi Polri yang profesional dan independen namun Terlepas dari itu semua, peranan kepolisian sangatlah penting di dalam menyikapi dan melihat persoalan yang terjadi di Masyarakat dengan pendekatan yang profesional dan transparan.

Polri juga harus bersikap obyektif dan transparan didalam melaksanakan agenda penegakan hukum. Masalahnya adalah, banyak kasus yang tersendat ditangani Kepolisian namun bila ada kasus yang menjadi Viral dimasyarakat dari Polri bergerak cepat dengan menyikapi dan menuntaskan kasus nya tersebut ini terbuka atau dibuka karena adanya dorongan masyarakat (netizen), dan media massa jadi sudah sepatutnya Polri segera merubah paradigma yang ada dalam menangani satu masalah untuk bisa lebih terbuka dan obyektif

Kalau tidak disorot media massa mungkin kasus yang disampaikan masyarakat tidak akan selesai, dan tidak menjadi isu nasional. Ini adalah ciri negara demokrasi, dan negara hukum.

Ketika demokrasi luar biasa hebatnya maka pada satu sisi akan menjadi berimbang dalam penegakan hukum.

Dan BPI KPNPA RI sudah melihat kinerja dari Kapolri yang dinilai berhasil membuktikan komitmen nya dalam menjaga dan mengawal Marwah Polri dengan baik dan menindak lanjuti arahan Presiden Jokowi untuk bisa mengedepankan budaya dan adat istiadat dengan merangkul semua lapisan masyarakat untuk bersama sama dengan Kepolisian dapat menjaga Situasi Kantibmas yang Kondusif di NKRI tegas Kang Tb Sukendar.

Namun terlepas dari itu semua menjadi konsekuensi Polri untuk segera berbenah dan merubah paradigma lama.

Sisi lainnya dengan adanya kasus Sambo serta kritik sosial dari berbagai tokoh masyarakat dapat membuka lebar mata dan hati Polri bahwa penegakan hukum di Indonesia menjadi salah satu elemen penting bahwa dalam amanat UUD 1945 kata-katanya Indonesia merupakan negara hukum.

Pada prinsipnya negara hukum harus dijamin betul. Jika terjadi rekayasa maupun obstraction of justice akan merugikan masyarakat. Jadi kerja kolektif menjadi penting.

Bukan hanya netizen tapi juga Kepolisian. Terlebih ketika Presiden Joko Widodo memerintahkan segera menuntaskan itu. Ini menjadi dasar ide meletakkan pondasi negara hukum. Saya rasa tak ada lembaga yang sempurna ungkap Kang Tb Sukendar

Pasti ada hal-hal yang perlu dievaluasi satu diantaranya penanganan yang didalamnya ada orang-orang penting. Harus ada perbaikan sistem aturan, agar jangan terulang lagi hal demikian. Kalau perlu saya usulkan agar mengubah atau merevisi UU Kepolisian.

Kang Tb Sukendar juga menambahkan saat ini adalah momen penting Polri bersih-bersih. Dan Kapolri serta para Kapolda jangan ada ragu ragu lagi dalam membenahi Polri agar kedepan tidak ada lagi sambo lain nya yang tentu nya membuat Marwah Polri menjadi rusak dimata masyarakat.tutup Kang Tb Sukendar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button